5 Cara Membuka Usaha Toko Kelontong Modal Kecil Hasil Melimpah

  • Whatsapp

Zona Bisnis – Di zaman yang srba digital ini, pelaku usaha dan pemilik bisnis seyogyanya terus mengupdate pengetahuannya berkenaan dengan pengembangan marketing dan inovasi dibidang promosi. Mengapa demikian?

Sebab, jika mereka hanya stagnan, dan selalu berasa diposisi nyaman, maka lambat laun, usaha yang dirintis selama ini bisa kalah bersaing dengan pemilik usaha yang lain.

Cara buka Toko Kelontong

Parahnya lagi, bukan tidak mungkin bisnis yang sudah lama dibangun, akan segera gulung tikar, dan digantikan dengan adanya bisnis ekonomi yang muncul.

Diakui atau tidak, perkembangan elektronik telah membuka peluang usaha bagi siapapun, yang penting punya gadget atau perangkat, entah itu HP atau komputer, dan bisa terhubung dengan jaringan internet, maka dia sudah membuka salah satu pintu bisnis yang memiliki prospek cerah di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, Inovasi dalam berbisnis sangat diperlukan, terutama bagi anda yang sejak lama memiliki usaha dan bisnis.

Ulasan diatas, berlaku bagi yang sudah memiliki usaha, dan sudah berjalan, juga bagi seseorang yang ingin memuli bisnisnya.

Disisi lain, ada sebagian orang yang memang tidak melihat peluang dunia internet sebagai salah satu media marketing, mereka lebih memilih menjalani bisnis secara offline. Dan salah satu bisnis yang banyak masih banyak peminatnya adalah Toko Kelontong.

Namun sayang, tidak banyak yang tau, bagaimana tahapan dan langkah-langkah membuka toko kelontong. Banyak diantara mereka yang gagal, akibat tidak memahami strateginya.

Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi informasi bagaimana cara membuka toko kelonting, dengan modal kecil, namun memiliki prospek penghasilan yang melimpah. Penasaran? Simak informasinya berikut ini.

Cara Buka Toko Kelontong Dengan Modal Kecil

Sebelum membahas lebih jauh tentang langkah-langkah membuka usaha kelontong, alangkah lebih baiknya, jika diulas terlebih dahulu, apa sih toko kelontong itu?

Toko Kelontong, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mini market, artinya, sebuah toko yang menyediakan berbagai macam produk yang umumnya berada dipinggir jalan, dan memiliki akses yang mudah dijangkau, serta berada ditempat keramaian, misalnya dekat dengan SPBU, Stasiun Kereta Api dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri, toko kelontong masih bersifat tradisional, dan konvensional, dimana pembeli tidak bisa mengambil barang yang dibeli secara langsung, layaknya minimarket pada umumnya.

Produk yang dijual, biasanya dipajang di dalam rak kaca, dan hanya bisa diambil oleh penjual saja.

Dilihat dari sistem regulasi barang yang dijual, biasanya Toko Kelontong akan mengandalkan sales dan distributor, jadi pemilik toko tidak perlu memiliki modal besar, sebab produk jualannya dari distributor.

Bagaimana? apakah anda masih tertarik untuk membuka toko kelontong? jika “ya”, silahkan ikuti cara dan tahapannya berikut ini.

Tahap Persiapan

  1. Target Konsumen, fikirkan terlebih dahulu kondisi konsumen, dari segi kebutuhan dan kecendrungannya terhadap produk yang nantinya dijual. Misalnya (Masyarakat Konsumtif, bukan pembisnis, dan memerlukan produk sehari-hari)
  2. Modal, jika nomor 1 sudah diketahui, mulailah memikirkan modal. Pada tahapan ini, usahakan mencari link distributor dan sales, yang terburu-buru untuk membeli barang jualan dengan modal sendiri, sehingga bisa menekan biaya modal.
  3. Lokasi Strategis, Jangan membuka toko ditempat yang sepi, dan sulit diakses oleh pembeli. Meski harus sewa lokasi, hal itu lebih baik, jika memang akses bagi pembeli lebih terjangkau.
  4. Managemen dan Alur Keuangan, tahap persiapan nomor 4 ini sangat penting, sebab banyak pelaku usaha yang rugi, sebab alur keungan tidak ditata dengan baik. Salah satu contoh managemen keungan untuk toko kelontong, adalah dengan memisah antara modal usaha dengan uang pribadi, dan mencatat Modal, Pembelian Produk, Serta Potensi Laba, dikurangi laba kotor, sehingga ditemukan laba bersihnya.

Tahap Pelaksanaan

  1. Penjualan Produk Bersifat Eceran, Toko kelontong, bisa menggunakan dua cara penjualan, bisa secara grosir, maupun eceran. Namun, kedua cara tersebut sebaiknya sudah bisa dipastikan potensi laba masing-masing.
  2. Prospek Produk, Juallah produk yang memiliki potensi penjualan yang tinggi. Salah satu contoh, produk kebutuhan sehari-hari, seperti beras, gula, sabun dan makanan ringan.
  3. Penghitungan Laba Kotor dan Laba Bersih, lakukan perhitungan laba kotor dan bersih tiap minggu, dan bulannya. Dengan demikian anda bisa memanage laba tersebut jika ingin dijadikan modal kembali.
  4. Pengecekan Ketersediaan Barang, Jangan sampai membuat pembeli kecewa, lantaran barang sudah habis, atau bahkan kebetulan anda tidak menjualnya. Lakukan komunikasi, seakan anda sebenarnya memiliki produk, namun sedang habis, dan bisa dilakukan pemesanan.

Tahap Evaluasi dan Pengembangan

  1. Evaluasi Untung-Rugi Berkala, Maksudnya adalah dengan melakukan langkah totalan, baik perminggu, terlebih perbulan. Aryinya, secara sederhana, Modal – Pengeluaran + Omset – Laba Kotor = Laba Bersih.
  2. Evaluasi Produk, Artinya, saat salah satu barang jualan anda dibulan sebelumnya sulit laku, maka kurangi penyediaan barang tersebut, sebaliknya, anda bisa tingkatkan penjualan barang yang memiliki konsumen yang tinggi.
  3. Promosi Offline dan Online, Jangan pernah merasa nyaman saat anda hanya melakukan promosi secara offline. Anda bisa menggunakan media online, untuk mempromosikan barang penjual. Caranya? Berikutnya akan kami berikan penjelasannya.
  4. Pelayanan Optimal. Ingat, saat ini pembeli lebih senang dengan adanya pelayanan yang baik, meski mereka harus membayar lebih mahal dari biasanya. Paham kan? Jadi, lakukan pelayanan yang baik terhadap konsumen.
  5. Jasa Pengiriman, Jika anda perlu pengembangan, selain promosi, maka jasa pengiriman barang didaerah terdekat bisa anda lakukan, dan tentu itu bisa menambah kenyamanan pembeli.

 Modal Biaya Membuka Toko Kelontong

Seperti yang sempat disinggung diatas, bahwa sebenarnya untuk memulai usaha toko kelontong, tidak membutuhkan biaya besar. Bagaimana caranya?

Strateginya cukup mudah, anda bisa mencari distributor, atau sales, yang mau menitipkan produknya di toko anda. Tapi, pilihlah sales yang memiliki sisitem return (pengembalian barang), saat barang tersebut tidak laku. Dengan demikian, secara otomatis anda bisa menekan biaya modal.

Nah, demikianlah ulasan tentang Cara Membuka Toko Kelontong Dengan Modal Kecil, namun memiliki prospek penghasilan yang melimpah, semoga informasi ini bermanfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *