Contoh Brosur, Flayer Paket Perjalanan Umroh Yang Baik

Setiap usaha pastinya akan memiliki hasil, sejauh mana hasil yang didapat akan sebanding lurus dengan usaha yang dilakukan. Dan saat memulai menjalankan sebuah usaha atau bisnis, sebaiknya dipersiapkan strateginya, sebab tanpa strategi, usaha maksimal kadang akan berbanding terbalik dengan yang diharapkan.

Usaha apapun, misalnya dibidang penjualan perumahan, maka dibutuhkan strategi marketing properti yang matang.

Tak jauh berbeda juga berlaku bagi para guides paket perjalanan umroh, sebaiknya pula mempersiapkan strategi dengan matang.

Sebab salah satu kendala terberat saat menjalankan usaha paket umroh ini, adalah minimnya pengetahuan tentang seluk-beluk proses pendaftaran, pemberangkatan, hingga pemulangan para jamaag dari tanah suci.

Selain itu, perjalanan umroh sendiri bukanlah perjalanan rekreasi atau tour biasa, namun ada nilai ibadah yang harus tetap dijaga oleh pemilik usaha agar ibadah para calon jamaah umroh dapat terjaga kekhusyuannya.

Salah satu strategi pemasaran dalam usaha peket perjalanab umroh adalah dengan membuat brosur dan pamflet, yang berisikan informasi jelas bagi pembacanya.

Jangan sampai brosur atau pamflet / flayer tersebut hanya berisikan gambar, apalagi hanya polos dan berisikan tentang rute perjalanan semata.

Nah, berkenaan dengan strategi pemasaran tersebut kali ini kami akan berbagi tips bagi anda yang sudah atau akan memulai usaha perjalanan umroh, khusus tentang brosur atau pamlet pemasarannya.

Contoh Brosur Paket Umroh Terbaik

Perlu digaris bawahi, bawah fungsi utama dari brosur atau pamlet adalah untuk memberikan informasi singkat, lugas dan jelas bagi para pembacanya.

Kerteraturan tata letak foto, bahasa dan konten cukup berpengaruh untuk membangkitkan minat konsumen.

Dua Macam Brosur atau Flayer

Sementara itu, brosur pemasaran sendiri tebagi menjadi dua, ada yang bersifat offline, yang dicetak dalam bentuk hardpage, dan biasanya akan dibagikan pada masyarakat, atau ditempelkan dibeberapa tempat strategis.

Adapula brosur online, yang biasa dikenal dengan banner iklan, yang selanjutnya akan dibagikan di berbagai media sosial, webiste, foto profil, fanspage dan lain sebagainya.

Walhasil, perbedaan brosur periklanan antara offline dan online, terletak pada akses konsumen, jika di dunia nyata berarti offline, jika menggunakan koneksi internet atau dunia maya disebut dengan online.

Isi Brosur Iklan Paket Perjalanan Umroh

Terlepas dari kedua brosur tersebut, dalam kesempatan kali ini, Zona Mania hanya akan fokus konten dari contoh brosur periklanan paket perjalanan umroh, yang bisa sahabat gunakan untuk offline maupun online.

Ada beberapa poin penting yang wajib dan perlu ditampilkan dalam brosur periklanan umroh, antara lain, Judul Utama, Paket yang ditawarkan, Persyaratan, Contact Person, Fasilitas Pendukung, Image atau gambar.

Biasanya dalam sebuah brosur jangan lupa juga cantumkan persyaratan calon jamaah haji dengan lengkap, dan jelas, seperti pada contoh berikut ini :

  1. Masa berlaku paspor minimal 8 bulan dari tanggak keberangkatan
  2. Contoh nama di pasport : Abdurrohim Said Yahya
  3. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga
  4. Buku Nikah (bagi pasangan suami istri)
  5. Akte Lahir (Bagu anak-anak)
  6. Surat Mahram bagi wanita yang berangkat tanpa didampingi oleh mahramnya
  7. Foto berwarna dengab latar belakang putih tampaj dari bagian leher keatas atau close up wajah (80%), memakai busana / kopiah/ Jilbab selain warna putih.
  8. Bagi PNS, TNI atau POLRI tidak diperkenankan menggunakan baju dibas / emblem
  9. Bagi wanita diharuskan menggunakan jilbab dengan ukuran 3×4 sebanyak 4 lembar dan 4×6 sebanyaj 6 lembar.
  10. Seluruh persyaratan tersebut diatas, harus sudah diserahkan satu bulan sebelum tanggal pemberangkatan.

Selain persyaratan administrasi, juga pembiayaan, misalnya paket 13 hari dengan harga 23 jutaanm paket 17 hari 25 jutaan dan lain sebagainya.

Perlu dijelaskan pula, jika paket tersebut tidak termasuk biaya-biaya kelengkapan, seperti pembuatan paspor, pengurusan minigitis dan lain sebagainya, contohnya sebagai berikut:

Harga, belum termasuk biaya pasport, Maningitis, Pesawat Domestik dan Biometrik.

Sebutkan pula fasilitas pendukung, misalnya rating hotel, dan lokasinya, agar calon jamaah semakin tertarik.

Penyebutkan maskapai penerbangan juga kerap kali menjadi tolok ukur kualitas dari bisnis travel umroh ini, jadi tidak salah menyebutkan nama maskapai hingga rute penerbangan.

Kontak layanan konsumen, baik telephone, email hingga alamat kantor juga perlu disertakan dalam brosur, agar para calon konsumen tidak was-was saat akan mendaftar.

Dan yang tidak kalah pentingnya, ajdwal keberangkatan, rute perjalanan, hingga batas akhir pendaftaran.

Terakhir, anda bisa menambahkan penghargaan yang pernah diterima dari travel, atau misalnya pemanis berupa ucapan dan motto yang dapat membangkitkan minat para konsumen.

Demikianlah uraian dan penjelasan lengkap tentang contoh brosur / flayer paket perjalanan umroh yang bisa anda jadikan rujukan semoga informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *